Postingan

Mengenal Kampung Wisata di Kampung Lawas Maspati Surabaya

Gambar
              ( Gambar; Gang 5 Kampung Lawas Maspati ) Surabaya, (14/04/2022)- Kampung Lawas Maspati merupakan salah satu kampung lama yang sudah ada sejak penjajahan Belanda, didalamnya terdapat beberapa bangunan bersejarah yang masih utuh dan telah dinyatakan sebagai bangunan cagar budaya (BCB) oleh Dinas Pariwisata Kota Surabaya tahun 2015. Dengan dikenal sebagai kampung wisata yang telah diresmikan pada 24 Januari 2016 oleh Walikota Surabaya yakni Tri Rismaharini. Hal ini merupakan salah satu upaya pemerintahan untuk melindungi dan melestarikan peninggalan bersejarah dan bangunan cagar budaya. Terdapat cerita unik sebelum dinamakan Kampung Lawas Maspati, “Saya memiliki cita-cita yang sangat luar biasa yaitu menjadikan kampung sebagai kebangkitan kampung. Sebelum para pengurus memiliki inisiatif seperti itu, saya mengumpulkan para akademisi, relawan, dan kader dari Kampung Lawas untuk membentuk sebuah cita-cita yang ingin kita raih” pungkas S...

Kesadaran Bela Negara Sebagai Sikap Berbangsa Dan Bernegara

  Kesadaran Bela Negara Sebagai Sikap Berbangsa Dan Bernegara   Hai, Pemuda Indonesia ! Apa yang kalian ketahui tentang Bela Negara? Jika tidak tahu mari simak penjelasannya ! Bela Negara adalah sebuah konsep yang disusun oleh perangkat perundangan dan petinggi suatu negara tentang patriotisme seseorang, suatu kelompok atau seluruh komponen dari suatu negara dalam kepentingan mempertahankan eksistensi negara tersebut. Seperti yang dituangkan dalam Undang Undang Dasar 1945 pasal 27 ayat 3 yang berisi bahwa setiap warga negara berhak dan wajib ikut dalam upaya pembelaan negara. Kesadaran bela negara itu hakikatnya kesediaan berbakti pada negara dan kesediaan berkorban membela negara. Spektrum bela negara itu sangat luas, dari yang paling halus, hingga yang paling keras. Mulai dari hubungan baik sesama warga negara sampai bersama sama menangkal ancaman nyata musuh bersenjata.Tercakup di dalamnya adalah bersikap dan berbuat yang terbaik bagi bangsa dan negara. Kesadara...

Masih Mampu Bekerja dan Berpenghasilan, Tanpa Harus Mengemis

Gambar
  Sidoarjo - Seorang laki-laki berdiri persis di persimpangan lampu merah Medaeng Waru, Sidoarjo. Ia mendadani dirinya seperti patung, tubuhnya diwarnai abu-abu. Ia diam saja, mematung. Pada bagian depannya ada kotak yang berfungsi sebagai wadah uang. Ia memilih menjadi patung hidup karena ada keinginan dari hati nurani untuk lebih melestarikan budaya, hiburan dan keunikan tersendiri. Layaknya patung, manusia patung tidak akan berbicara atau bergerak saat wisatawan berfoto bersama mereka. Warga mungkin sudah tidak asing lagi dengan keberadaan  manusia silver   yang sering muncul di berbagai titik di persimpangan lampu merah. Sosok  manusia silver  tersebut biasanya terlihat paruh baya. Yang pasti, kehadirannya sering diiringi dengan aksi  street   performance . Ada yang menyanyi, juga baca puisi. Masih banyak lagi  manusia-manusia silver  lain di berbagai penjuru kota. Mereka semua menggunakan racikan cat yang serupa di sekujur tubuh mereka. ...

Usir Corona dengan Tetek Melek

Gambar
  TULUNGAGUNG – Tradisi   masyarakat Tulungagung untuk menangkal dan mengusir wabah Corona sangat unik, dengan memasang tetek melek di depan rumah mereka. Yang dinilai mampu mengusir wabah dan menjaga keselamatan keluarga dirumah dari petaka.   Keberagaman suku dan budaya nusantara melahirkan banyak nilai kearifan budaya lokal yang beragam, seperti yang dilakukan oleh masyarakat kecamatan Boyolangu, Campurdarat, Bandung dan sekitarnya. Kesenian dan keunikan yang dilakukan masyarakat Tulungagung tersebut bukan suatu hal yang baru, budaya ini lahir dari nenek moyang terdahulu dan mulai dihidupkan kembali ketika ada wabah atau masyarakat setempat menyebutnya pagebluk.   Dalam bahasa Jawa kuno, Pagebluk merupakan sebutan untuk wabah penyakit berbahaya yang mengancam keselamatan manusia. Biasanya bahasa ini digunakan untuk menggambarkan ancaman penyakit yang berkaitan dengan hal-hal spiritual. Dengan memasang tetek melek di depan rumah atau di pagar rumah warga d...

Maraknya Balap Sepeda Onthel di Surabaya

Gambar
Surabaya - Balap sepeda liar di jalan raya masih terjadi di Surabaya. Mereka yang rata-rata masih remaja mengabaikan keselamatan dan kesehatan diri. D alam p antauan kami , aksi balap liar dengan sepeda BMX itu terjadi di Jalan mbulak rukem, atau yang paling sering di jalan kenjeran pada dini hari sekitar pukul 00.45 WIB. Mereka adu kecepatan di jalan raya. Sebelum balapan, biasanya mereka menunggu jalan raya agak lengang terlebih dahulu. Bahkan ada beberapa dari mereka yang sengaja meminta kendaraan yang melintas, melaju lambat-lambat /memindahkan dari jalur mobil ke jalan sepeda motor Mereka juga terlihat bergerombol di sisi kanan dan kiri bahu jalan. Kemudian sebagian banyak dari mereka tidak menggunakan masker dan tidak menjaga jarak satu sama lain "Yang balapan anak sekitar sini. Biasanya juga anak-anak dari mana-mana juga balapan di sini. Ini terjadi di sepanjang jalan kenjeran ," "Jarang diobrak polisi. Kalau Satpol PP langsung diamankan (remaja balap...

Prinsip Khusus Jurnalis Istana

Gambar
  Surabaya- Wartawan atau jurnalis atau pewarta adalah seseorang yang melakukan kegiatan jurnalistik atau orang yang secara teratur menuliskan berita (berupa laporan) dan tulisannya dikirimkan atau dimuat di media massa  secara teratur. Laporan ini lalu dapat dipublikasi dalam media massa  seperti koran, televisi, radio, majalah, film dokumentasi  dan internet  Wartawan mencari sumber mereka untuk ditulis dalam laporannya; dan mereka diharapkan untuk menulis laporan yang paling objektif dan tidak memiliki pandangan dari sudut tertentu untuk melayani masyarakat. Sebagai jurnalis istana, Bayu Putra memiliki cerita tersendiri. Asisten Redaksi Jawa Pos itu menyatakan “Wartawan istana itu bukan humas Presiden”. Informasi yang didapatkan dari istana tidak ditelan mentah-mentah melainkan informasi tersebut sebagai alat klarifikasi isu-isu yang dibawa dari hasil riset yang telah dilakukan. Liputan di istana kepresidenan memiliki prinsip y...

Ngerumpi Bareng Jurnalis di Istana Negara

Gambar
  Pada hari Kamis, tanggal 28 Oktober 2021 diadakan Workshop Jurnalistik dengan judul Hari-hari Bersama Presiden dengan Nara sumber Bayu Putra. Acara ini diselanggarakan oleh Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK), Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya. Jurnalis media sering kita melihat berlalu lalang di lokasi Istana Presiden untuk mendapatkan informasi dan menguak fakta yang sebenarnya. Sebagai seorang junalis di Istana Presiden tentu bukanlah sesuatu hal yang mudah, butuh kerja keras dan syarat khusus agar dapat meliput seputar Istana Presiden. Dan yang di temui oleh jurnalis di dalam Istana Presiden agar mendapatkan informasi adalah Presiden/Staff dan para Mentri kabinet yang turut berkunjung ke Istana Presiden. “Pentingnya bagi jurnalis Istana perlu disiapkan adalah datang lebih pagi dari jadwal yang sudah ditentukan atau karena terlambat hadir sehingga tidak mendapatkan informasi untuk melakukan liputan, dikarenakan st...