Mengenal Kampung Wisata di Kampung Lawas Maspati Surabaya

             (Gambar; Gang 5 Kampung Lawas Maspati)

Surabaya, (14/04/2022)- Kampung Lawas Maspati merupakan salah satu kampung lama yang sudah ada sejak penjajahan Belanda, didalamnya terdapat beberapa bangunan bersejarah yang masih utuh dan telah dinyatakan sebagai bangunan cagar budaya (BCB) oleh Dinas Pariwisata Kota Surabaya tahun 2015. Dengan dikenal sebagai kampung wisata yang telah diresmikan pada 24 Januari 2016 oleh Walikota Surabaya yakni Tri Rismaharini. Hal ini merupakan salah satu upaya pemerintahan untuk melindungi dan melestarikan peninggalan bersejarah dan bangunan cagar budaya.

Terdapat cerita unik sebelum dinamakan Kampung Lawas Maspati, “Saya memiliki cita-cita yang sangat luar biasa yaitu menjadikan kampung sebagai kebangkitan kampung. Sebelum para pengurus memiliki inisiatif seperti itu, saya mengumpulkan para akademisi, relawan, dan kader dari Kampung Lawas untuk membentuk sebuah cita-cita yang ingin kita raih” pungkas Suyatno yang memiliki andil dalam kesejahteraan Kampung Lawas Maspati.

Kampung lawas Maspati memiliki banyak sejarah didalamnya, “disebut kampung Lawas Maspati adalah sebuah label atau merek untuk kebangkitan kampung tersebut” ucap Suyatno, “kata ‘lawas’ tersebut terbukti dengan adanya rumah-rumah lawas, dolanan lawas, dan kearifan lokal yang terdahulu” sambungnya.

Terdapat banyak peninggalan sejarah yang dapat ditemukan ketika mengunjungi Kampung Lawas Maspati, seperti Rumah Ongko Loro yang dulunya merupakan bekas bangunan sekolah rakyat pada masa Belanda, bangunan bekas pabrik roti yang dulunya menjadi dapur umum saat pertempuran bersejarah 10 November silam yang sekarang beralih menjadi Losmen “Asri”, dan rumah tua yang dibangun 1907 yang dulunya bangunan yang digunakan Arek-arek Suroboyo Menyusun strategi peperangan 10 November 1945 hingga terdapat makam Raden Karyo Sentono dan Mbah Buyut Suruh yang merupajan kakek dan nenek dari Sawunggaling pada zaman Kerajaan Mataram yang dulunya menjadi panutan bagi warga sekitar.

Dengan diresmikan sebagai kampung wisata ini membawa banyak dampak positif bagi warga Kampung Lawas Maspati seperti dikenal oleh banyak kalangan yakni para akademisi dan tamu dari dalam bahkan luar negeri. Lewat kunjungan pariwisata, warga sekitar memanfaatkan kondisi tersebut dengan memperkenalkan hasil produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) seperti minuman herbal, sirup markisa, cincau, stik karet hingga kripik pare ditawarkan kepada para tamu. Keberhasilan ini dapat merubah branding kampung dari biasa saja menjadi asri dan sejuk dengan ditambah adanya hiasan dinding berupa tanaman toga serta pajangan yang didaur ulang dari sampah plastik dan tembok warna-warni yang menjadikan Kampung Lawas Maspati memiliki ciri khas yang unik serta menarik sehingga Kampung ini menjadi lebih hidup dan berwarna.

Tidak berhenti disitu saja, masyarakat setempat juga berupaya untuk melestarikan serta mengembangkan inovasi yang kreatif sehingga dapat memajukan Kampung Lawas Maspati dengan melibatkan penampilan ide atau konsep baru dengan gagasan lama dan melakukan pengenalan hal-hal yang baru dengan memanfaatkan sumber daya yang ada melalui pemikiran yang inovatif dan daya jual yang tinggi. (Alfina Nurhayati-B71219059).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tantangan Jurnalis di Istana Negara Workshop Jurnalistik: Proses Produksi dan Desain Media Cetak