Prinsip Khusus Jurnalis Istana

 



Surabaya- Wartawan atau jurnalis atau pewarta adalah seseorang yang melakukan kegiatan jurnalistik atau orang yang secara teratur menuliskan berita (berupa laporan) dan tulisannya dikirimkan atau dimuat di media massa secara teratur. Laporan ini lalu dapat dipublikasi dalam media massa seperti koran, televisi, radio, majalah, film dokumentasi dan internet Wartawan mencari sumber mereka untuk ditulis dalam laporannya; dan mereka diharapkan untuk menulis laporan yang paling objektif dan tidak memiliki pandangan dari sudut tertentu untuk melayani masyarakat.

Sebagai jurnalis istana, Bayu Putra memiliki cerita tersendiri. Asisten Redaksi Jawa Pos itu menyatakan “Wartawan istana itu bukan humas Presiden”. Informasi yang didapatkan dari istana tidak ditelan mentah-mentah melainkan informasi tersebut sebagai alat klarifikasi isu-isu yang dibawa dari hasil riset yang telah dilakukan. Liputan di istana kepresidenan memiliki prinsip yang sama dengan liputan di berbagai tempat lain, namun bedanya liputan di istana memiliki konsekuensi tambahan pada jenis narasumbernya. Liputan di

Beberapa hal khusus liputan di istana diantaranya liputan dilakukan sesuai protokoler, orientasinya adalah keamanan kepala negara. Penggunaan id pers saat liputan juga diperlukan. Tata busana wartawan juga perlu diperhatikan karena merupakan representasi negara. Terakhir, perilaku sesuai protoler yang telah ditentukan keamanan istana.

 

Indar Mugi B01219019

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal Kampung Wisata di Kampung Lawas Maspati Surabaya

Tantangan Jurnalis di Istana Negara Workshop Jurnalistik: Proses Produksi dan Desain Media Cetak