Kisah Pencari Fakta Istana Presiden

 


        Jurnalis atau wartawan media tentu sering kita melihatnya bersliweran di lokasi tertentu untuk mencari informasi dan menguak fakta. Sebagai seorang jurnalis di istana presiden tentu bukan hal yang gampang dan mudah, butuh kerja keras dan persyaratan khusus sebab orientasinya adalah keamanan kepala negara. Dan yang ingin dimintai informasi adalah Presiden/Staff dan para Menteri kabinet yang turut berkunjung ke istana Presiden.

Apakah kalian tau bagaimana  kisah jurnalis Istana yang hari-harinya Bersama Presiden? Berikut kami sampaikan kisah manis dan pahitnya seorang jurnalis istana dari seorang Bayu Putra.

Bayu Putra atau yang akrab disebut Mas Bayu adalah seorang Jurnalis dan Asisten Redaktur Jawa Pos. Dalam pemaparan materi Workshop Jurnalistik 28 Oktober lalu ia bercerita“Menjadi jurnalis dan mendapat tugas liputan di istana presiden prinsipnya sama dengan tempat dan Lembaga lain, namun bedanya satu membawa konsekuensi tambahan”. Ujar Mas Bayu. Menjadi jurnalis istana juga membutuhkan atribut/prototape yang khusus diantaranya mengikuti arahan protokoler, memiliki ID card Jurnalis, Outfit Resmi berjas dan berperilaku baik.


Disiplin ketat menjadi prioritas utama sebagai jurnalis Istana. Diantaranya

1. Tepat waktu, datang lebih awal dari jadwal semestinya

2. Cekatan dalam menentukan pilihan

3. Menjalin koordinasi dan kooperatif antar jurnalis saat doorstop saat banyak narasumber

4. Ketahanan fisik, siap berlarian mengejar narasumber, berpanas-panasan dan tak kenal Lelah

5. Kecepatan riset terkait relevansi isu terkini


Ada banyak hal menarik Ketika liputan di istana, terkadang ada juga Narasumber yang kucing-kucingan dan menghindar dari media. Dan tak jarang menutup mulut tidak ada tanggapan. Itulah tantangan sebagai juralis, harus siap dan menerima kenyataan. Memang jurnalis tidak boleh melakukan pemaksaan kepada pihak Narasumber, namun bila tidak memaksa kita tidak bisa memberikan informasi ke public terkait isu yang berkembang dimasyarakat.

Ia juga menceritakan pengalaman saat menulis berita di mobil dan pesawat. Kemudian momen reshuffle kabinet di Istana dan Aksi 212, kunjungan kerja Raja Salman dan mengikuti kunjungan kerja Presiden ke 3 Kota di 2 Provinsi dalam sehari. Hingga ia hampir tertinggal pesawat.

Abdillah Addin Nadean B91219080

JR 3

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal Kampung Wisata di Kampung Lawas Maspati Surabaya

Tantangan Jurnalis di Istana Negara Workshop Jurnalistik: Proses Produksi dan Desain Media Cetak