HAMBATAN PROSES KOMUNIKASI LINTAS BUDAYA DALAM DAKWAH MULTIKULTURAL MODERN
HAMBATAN
DALAM PROSES KOMUNIKASI ANTAR BUDAYA
Oleh:
Alfina Nurhayati
Mahasiswi
KPI semester 4
A. Pengertian Hambatan
Menurut Badudu Zain (1994:489), Hambatan dapat diartikan sebagai halangan atau rintangan yang dialami. Begitu juga dalam komunikasi antar budaya, disini mengacu pada perilaku, kepercayaan, dan adat istiadat, dengan adanya perbedaan budaya tersebut tentunya akan mempengaruhi persepsi, cara berpikir, juga baahasa yang digunakan. Menurut Chaney dan Martin dikutip oleh Sanjaya (2013), mengungkapkan bahwa hambtan kommunikasi adalah segala sesuatu yang menjadi penghalang untuk terjadinya komunikasi yang efektif karena adanya perbedaan budaya antara komunikator dan komunikan.
B. Hambatan Proses Komunikasi Antar Budaya
Secara
garis besar memang hambatan dalam proses komunikasi antar budaya yaitu seperti salah
satu contohnya yaitu ada noise saat berkomunikasi karena perbedaan Bahasa,
namun nyatanya ada hal-hal lain yang juga bisa menghambat proses komunikasi antar
budaya ini. Terutama hambatan ini bisa
muncul saat kita berperilaku dan bersikap abai. Berikut ini merupakan beberapa
hambatan yang terjadi dalam proses komunikasi antar budaya.
Adapun
beberapa hambatan yang terjadi dalam proses komunikasi antar budaya antara lain:
1. Racialism (Rasilialisme)
Jika kita mengabaikan perilaku ini maka kita juga mengabaikan adanya perbedaan antara kita dan kelompok secara cultural berbeda.
2. Sterotyping (Stereotype)
Menyamaratakan segala perbedaan budaya, dan tidak mampu mengidentifikasikan perbedaan atau keunikan budaya lain. Prasangka sosial bergandengan dengan stereotip yang merupakan gambaran atau tanggapan tertentu mengenai sifat-sifat dan watak pribadi orang atau golongan lain yang bercorak negative (Gerungan, 1983: 169), bila kita mengabaikan perbedaan ini, kita akan terjebak dalam sebuah asumsi bahwa semua orang yang ada didalam satu kelompook itu sama. Padahal dalam setiap kultur terdapat banyak subkultur yang bisa berbeda satu sama lain.
3. Persepsi atau prasangka
Menurut Sears, Prasangka berkaitan dengan persepsi. Apabila seseorang atau sekelompok rang memiliki pengalaman yang buruk terhadap orang atau sekelompok orang lainnya, maka pada dirinya akan timbul suatu persepsi yang kurang baik. Proses yang dilakukan untuk mencoba mengetahui atau memahami orang lain yang mempengaruhi makna dalam suatu pesan tersebut. Pada komunikasi antar budaya dalam suatu pesan itu pasti akan membentuk sebuah makna yang berbeda-beda dari yang menerimanya.
4. Norma dan nilai kebudayaan
Dalam suatu budaya dipengaruhi nilai dan norma yang berbeda. Nilai dapat bersifat eksplisit (dinyatakan sceara terbuka dalam penilaian nilai) atau secara implisit disimpulkan dari perilaku nonverbal dan dapat dipegang atau dilihat secara individual sebagai bagian dari pola atau system budaya.
5. Etnosentrisme
Fanatisme yang berlebihan terhadap pendapat pribadi dan golonga sehingaa apriori beranggapan menolak pendapat orang lain diluar kelompoknya. Sikap keyakinan atau kepercayaan budaya sendiri merasa lebih unnggul daripada budaya yang lain dan menganggap budaya orang lain cenderung tidak unggul. Akibat dari etnosentrisme ini kita jadi menilai perbedaan secara negatif, dan dapat membuat adanya hambatan dalm proses komunikasi antar budaya.
6. Culture Shock
Bisa terjadi karena
reaksi psikologis seseorang karena berada dalam daerah dengan budaya baru. Sebagian
dari Culture Shock ini timbul karena perasaan terasing. Menonjol, dan
berbeda dari yang lain. Bila kita kurang mengenal adat kebiasaan masyarakat
yang baru, kita tidak dapat berkomunikasi secara efektif.
Komentar
Posting Komentar