Konsep-Konsep dalam Sosiologi
KONSEP-KONSEP DALAM SOSIOLOGI
A. Pengertian Konsep Sosiologi Konsep adalah pengertian yang menunjuk pada sesuatu. Terdapat dua konsep dalam sosiologi yaitu :
1. Konsep sosial yaitu pengertian yang menunjuk pada sesuatu yang biasa kita alami dalam kehidupan sehari-hari, seperti; makan, minum, datang, pergi, marah,dan sedih. Seuatu yang ingin disampaikan atau ditunjukkan dengan konsep sosial manakala diucapkan, orang yang mendengarnya langsung memahami makna atau arti dari konsep tersebut.
2. Konsep Sosiologi adalah konsep sosial yang membutuhkan penjelasan lebih lanjut, seperti kebudayaan, masyarakat, struktur sosial, dan status peran masyarakat. Adapun beberapa konsep sosiologi yaitu:
a. Masyarakat : menurut Peter L. Beger, definisi masyarakat adalah suatu keseluruhan kompleks hubungan manusia yang luas sifatnya. Keseluruhan kompleks berarti kesuluruhan itu terdiri atas bagian-bagian yang membentuk suatu kesatuan. Di dalamnya terdiri atas hubungan orang tua dan anak, hubungan guru dan murid, hubungan atas dan bawahan yang keseluruhan hubungan yang luas itu disebut masyarakat.1
b. Peranan : aspek dinamis dari kedudukan (status). Jika seseorang melaksanakan hak dan kewajihannya sesuai dengan kedudukannya, ia telah menjalankan suatu peranan. Pentingnya peranan adalah karena ia mengatur perilaku seseorang. Orang yang bersangkutan akan dapat menyesuaikan perilaku sendiri dengan perilaku orang-orang sekelompoknya. Hubungan-hubungan sosial yang ada dalam masyarakat merupakan hubungan antara peranan-peranan individu dalam masyarakat. Peranan juga diatur oleh norma-norma yang berlaku di dalam masyarakat.
c. Norma : Norma yang ada dalam masyarakat pada dasarnya adalah untuk mengatur, mengendalikan, memberi arah, memberi sanksi dan ganjaran terhadap tingkah laku masyarakat. Setiap masyarakat selalu memiliki aturan yang mengatur kehidupan agar tertib sosial. Untuk itu, diperlukan adanya nilai dan norma sosial. Pada dasarnya, masyarakat mengharapkan dan memaksa anggotanya untuk mengikuti norma sosial yang pelaksanaan nilai dan norma akan selalu dilakukan sejak anak masih kecil. Adapun masyarakat yang tidak mematuhi norma disebut patologis.
d. Sanksi : Suatu rangsangan untuk melakukan atau tidak melakukan suatu perbuatan.
e. Interaksi sosial : Proses sosial yang menyangkut timbal balik. Adapun hal yang mendasari yaitu Imitasi(kegiatan meniru tingkah laku atau penampilan secara keseluruhan), Sugesti(perasaan yang terbawa hanyut oleh suasana), Identifikasi(sesuatu yang cenderung ingin pada suatu bagian tertentu), Simpati(menggambarkan perasaan belas kasih atas kejadian yang menimpa seseorang), dan Empati(menempatkan diri pada posisi orang dan berbagi kesedihan secara langsung).
f. Konflik Sosial : pertentangan sosial yang bertujuan untuk menguasai atau menghancurkan pihak lain. Secara sosiologis, konflik diartikan sebagai suatu proses sosial ntara dua orang atau lebih dimana salah satu pihak berusaha menyingkirkan pihak lain dengan menghancurkannya atau membuat tidak berdaya.
g. Perubahan Sosial : menurut Soerjono Soekanto, perubahan sosial adalah perubahan-perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan di suatu masyarakat, yang mempengaruhi sistem sosialnya, termasuk nilai-nilai, sikap dan pola perilaku diantara kelompok di masyarakat.
h. Permasalahan Sosial : semua bentuk tingkah laku yang melanggar adat istiadat masyarakat, sesuatu ketidaksesuaian antara unsur-unsur kebudayaan dan membahayakan kehidupan masyarakat itu sendiri. Permasalahan sosial timbul sebagai hasil dari proses perkembangan masyarakat yang dapat mempercepat perubahan sosial.
i. Penyimpangan (social defence) : dalam sosiologi, penyimpangan menggambarkan tindakan atau perilaku yang melanggar norma sosial, termasuk aturan yang diberlakukan secara formal, serta pelanggaran informal terhadap norma sosial (misalnya, menolak folkway dan adat istiadat ). Deviance adalah disposisi perilaku yang tidak sesuai dengan pengaturan atau kode perilaku yang dilembagakan. Meskipun penyimpangan mungkin memiliki konotasi negatif, pelanggaran norma-norma sosial tidak selalu merupakan tindakan negatif; penyimpangan positif ada dalam beberapa situasi. Meskipun norma dilanggar, suatu perilaku masih dapat diklasifikasikan sebagai positif atau dapat diterima.
j. Globalisasi : dalam sosiologi, globalisasi merupakan sebuah relasi sosial. Relasi ini bisa berupa interaksi, komunikasi, pengaruh informasi yang datangnya dari jauh. Tanda hadirnya globalisasi bisa dilihat pula dari adanya interseksi peristiwa-peristiwa skala global, termasuk juga nasional, dengan konteks lokal. Teori globalisasi banyak yang menjelaskan tentang interseksi lokal-global. Secara sosiologis, perlu dipertegas bahwa yang dimaksud adalah pengertian globalisasi yang merupakan produk modernisasi. Jaman dahulu atau pada masa pra-modern, globalisasi sudah ada. Tetapi pengertian globalisasi di era modern menunjukkan relasi sosial lokal-global yang lebih intens dibanding jaman dahulu.
k. Kelompok Sosial : Manusia akan banyak berinteraksi dalam kelompok sosialnya. Kelompok yang dimaksud adalah suatu kehidupan bersama individu dalam satu ikatan kebersamaan . anggota dalam kelompok sosial tersebut diikat oleh nilai dan norma yang sama, serta memiliki rasa persatuan dan kesatuan dan juga memiliki rasa persatuan dan kesatuan yang memiliki tujuan yang sama.
A. Pengertian Konsep Sosiologi Konsep adalah pengertian yang menunjuk pada sesuatu. Terdapat dua konsep dalam sosiologi yaitu :
1. Konsep sosial yaitu pengertian yang menunjuk pada sesuatu yang biasa kita alami dalam kehidupan sehari-hari, seperti; makan, minum, datang, pergi, marah,dan sedih. Seuatu yang ingin disampaikan atau ditunjukkan dengan konsep sosial manakala diucapkan, orang yang mendengarnya langsung memahami makna atau arti dari konsep tersebut.
2. Konsep Sosiologi adalah konsep sosial yang membutuhkan penjelasan lebih lanjut, seperti kebudayaan, masyarakat, struktur sosial, dan status peran masyarakat. Adapun beberapa konsep sosiologi yaitu:
a. Masyarakat : menurut Peter L. Beger, definisi masyarakat adalah suatu keseluruhan kompleks hubungan manusia yang luas sifatnya. Keseluruhan kompleks berarti kesuluruhan itu terdiri atas bagian-bagian yang membentuk suatu kesatuan. Di dalamnya terdiri atas hubungan orang tua dan anak, hubungan guru dan murid, hubungan atas dan bawahan yang keseluruhan hubungan yang luas itu disebut masyarakat.1
b. Peranan : aspek dinamis dari kedudukan (status). Jika seseorang melaksanakan hak dan kewajihannya sesuai dengan kedudukannya, ia telah menjalankan suatu peranan. Pentingnya peranan adalah karena ia mengatur perilaku seseorang. Orang yang bersangkutan akan dapat menyesuaikan perilaku sendiri dengan perilaku orang-orang sekelompoknya. Hubungan-hubungan sosial yang ada dalam masyarakat merupakan hubungan antara peranan-peranan individu dalam masyarakat. Peranan juga diatur oleh norma-norma yang berlaku di dalam masyarakat.
c. Norma : Norma yang ada dalam masyarakat pada dasarnya adalah untuk mengatur, mengendalikan, memberi arah, memberi sanksi dan ganjaran terhadap tingkah laku masyarakat. Setiap masyarakat selalu memiliki aturan yang mengatur kehidupan agar tertib sosial. Untuk itu, diperlukan adanya nilai dan norma sosial. Pada dasarnya, masyarakat mengharapkan dan memaksa anggotanya untuk mengikuti norma sosial yang pelaksanaan nilai dan norma akan selalu dilakukan sejak anak masih kecil. Adapun masyarakat yang tidak mematuhi norma disebut patologis.
d. Sanksi : Suatu rangsangan untuk melakukan atau tidak melakukan suatu perbuatan.
e. Interaksi sosial : Proses sosial yang menyangkut timbal balik. Adapun hal yang mendasari yaitu Imitasi(kegiatan meniru tingkah laku atau penampilan secara keseluruhan), Sugesti(perasaan yang terbawa hanyut oleh suasana), Identifikasi(sesuatu yang cenderung ingin pada suatu bagian tertentu), Simpati(menggambarkan perasaan belas kasih atas kejadian yang menimpa seseorang), dan Empati(menempatkan diri pada posisi orang dan berbagi kesedihan secara langsung).
f. Konflik Sosial : pertentangan sosial yang bertujuan untuk menguasai atau menghancurkan pihak lain. Secara sosiologis, konflik diartikan sebagai suatu proses sosial ntara dua orang atau lebih dimana salah satu pihak berusaha menyingkirkan pihak lain dengan menghancurkannya atau membuat tidak berdaya.
g. Perubahan Sosial : menurut Soerjono Soekanto, perubahan sosial adalah perubahan-perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan di suatu masyarakat, yang mempengaruhi sistem sosialnya, termasuk nilai-nilai, sikap dan pola perilaku diantara kelompok di masyarakat.
h. Permasalahan Sosial : semua bentuk tingkah laku yang melanggar adat istiadat masyarakat, sesuatu ketidaksesuaian antara unsur-unsur kebudayaan dan membahayakan kehidupan masyarakat itu sendiri. Permasalahan sosial timbul sebagai hasil dari proses perkembangan masyarakat yang dapat mempercepat perubahan sosial.
i. Penyimpangan (social defence) : dalam sosiologi, penyimpangan menggambarkan tindakan atau perilaku yang melanggar norma sosial, termasuk aturan yang diberlakukan secara formal, serta pelanggaran informal terhadap norma sosial (misalnya, menolak folkway dan adat istiadat ). Deviance adalah disposisi perilaku yang tidak sesuai dengan pengaturan atau kode perilaku yang dilembagakan. Meskipun penyimpangan mungkin memiliki konotasi negatif, pelanggaran norma-norma sosial tidak selalu merupakan tindakan negatif; penyimpangan positif ada dalam beberapa situasi. Meskipun norma dilanggar, suatu perilaku masih dapat diklasifikasikan sebagai positif atau dapat diterima.
j. Globalisasi : dalam sosiologi, globalisasi merupakan sebuah relasi sosial. Relasi ini bisa berupa interaksi, komunikasi, pengaruh informasi yang datangnya dari jauh. Tanda hadirnya globalisasi bisa dilihat pula dari adanya interseksi peristiwa-peristiwa skala global, termasuk juga nasional, dengan konteks lokal. Teori globalisasi banyak yang menjelaskan tentang interseksi lokal-global. Secara sosiologis, perlu dipertegas bahwa yang dimaksud adalah pengertian globalisasi yang merupakan produk modernisasi. Jaman dahulu atau pada masa pra-modern, globalisasi sudah ada. Tetapi pengertian globalisasi di era modern menunjukkan relasi sosial lokal-global yang lebih intens dibanding jaman dahulu.
k. Kelompok Sosial : Manusia akan banyak berinteraksi dalam kelompok sosialnya. Kelompok yang dimaksud adalah suatu kehidupan bersama individu dalam satu ikatan kebersamaan . anggota dalam kelompok sosial tersebut diikat oleh nilai dan norma yang sama, serta memiliki rasa persatuan dan kesatuan dan juga memiliki rasa persatuan dan kesatuan yang memiliki tujuan yang sama.
Komentar
Posting Komentar